IHSG Melorot Berhari-hari Sampai 3%, Kenapa Ya?

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 3 menit]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melorot sejak Senin, 22 Maret 2021 hingga Kamis, 25 Maret 2021. Dalam sepekan, IHSG turun hampir sebesar 4%.

Kenapa? Di dalam negeri sebenarnya belum ada peristiwa besar yang menjadi sentimen terhadap IHSG. Namun, di luar negeri, ada peristiwa yang sedikit mengguncang pasar saham, termasuk di Indonesia.

Sejumlah negara di Eropa memperluas kebijakan penguncian wilayah (lockdown) karena adanya gelombang ketiga virus corona, termasuk penyebaran varian baru virus corona B177 yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Seperti dilaporkan oleh The Guardian yang mengutip World Health Organization (WHO), varian baru virus ini menyebar secara signifikan di 27 negara Eropa dan sekarang cukup dominan di Denmark, Italia, Irlandia, Jerman, Perancis, Belanda, Spanyol dan Portugal. Varian baru virus ini kemungkinan lebih mematikan.

Penurunan indeks ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Pada 24 Maret 2021, misalnya, penurunan indeks juga terjadi di sejumlah bursa Asia seperti di China, Hongkong, Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, Koea Selatan dan Taiwan.

Gelombang ketiga virus corona itu juga mendapatkan perhatian dari pemerintah Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah mewaspadai gelombang ketiga pandemi corona di sejumlah negara di Eropa. 

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, kenaikan penularan covid-19 di Eropa, juga membuat pemerintahnya mempertimbangkan proteksi terhadap vaksin covid-19 untuk memenuhi kebutuhan penduduk Eropa. 

Indikasinya, pemerintah Eropa mempertimbangkan pembentukan aturan perundangan untuk mengurangi bahkan melarang suplai vaksin covid-19 ke luar Eropa. Seperti diketahui, Komisi Eropa melarang pengiriman vaksin AstraZeneca ke Australia beberapa waktu lalu.

Bagi investor, penurunan harga saham-saham ini dapat menjadi momentum untuk membeli saham di harga lebih rendah. Seperti diketahui, sejumlah saham blue chip seperti BBCA, ASII, BBRI dan sebagainya mengalami koreksi beberapa hari terakhir.

Kendati berbagai indikator perekonomian dalam negeri menunjukkan perbaikan, perkembangan terkini mengenai gelombang ketiga corona di Eropa ini perlu dicermati, termasuk dampaknya dalam distribusi vaksin AstraZeneca dari Inggris keluar Eropa.
 

Tags:

Investasi