Cara Menghitung Dividen Bagi Investor Saham Pemula, Mudah!

Date:

[Waktu baca: 4 menit]

Dalam berinvestasi saham, investor berpotensi mendapatkan keuntungan berupa capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh investor ketika menjual saham dengan harga lebih tinggi daripada harga beli.

Sementara itu, dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham atau investor. Dividen biasanya diberikan kepada pemegang saham setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham itu dapat berupa dividen tunai atau dividen saham. Sesuai namanya, dividen tunai diberikan dalam bentuk uang, sementara dividen saham diberikan dalam bentuk saham.

Saat berinvestasi, sebagian investor saham tidak hanya mengincar capital gain, namun juga dividen. Investor saham yang mengincar dividen biasanya adalah investor jangka panjang yang tidak melakukan transaksi saham dalam waktu harian.

Artikel ini akan mengulas cara menghitung dividen yang diberikan sebuah emiten kepada pemegang saham. Perlu diingat, pemerintah memberlakukan pajak dividen sebesar 10%. Dengan demikian, setiap dividen perlu dikurangi pajak sebesar 10%.

Cara Menghitung Dividen

Sebuah ilustrasi, Rian adalah investor saham yang memiliki 96 lot atau 9.600 lembar saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO). Suatu ketika, ADRO memutuskan untuk membagi dividen tunai sebesar Rp65,48 per lembar. Berapa dividen yang diterima Rian?

Dividen sebelum pajak= 9.600 lembar x Rp65,48
                                    = Rp628.608

Dividen setelah pajak = Rp628.608 - (Rp628.608 x10%)
                                   = Rp565.748

Dengan demikian, dividen yang diterima Rian dari kepemilikannya atas 9.600 lembar saham ADRO adalah Rp565.748. Dividen tersebut akan ditransfer ke rekening Rian. Selain dari dividen ini, Rian juga berpotensi mendapatkan capital gain apabila menjual ADRO di harga lebih tinggi daripada harga belinya.

Cum Date, Ex Date, Recording Date, Payment Date

Dalam pembagian dividen kepada pemegang saham dikenal sejumlah tanggal yang disebut sebagai cum date, ex date, recording date dan payment date. Tanggal ini biasa disebut saat pengumuman pembagian dividen.

Cum date (cumulative date) adalah tanggal terakhir investor saham berhak mendapatkan dividen karena memiliki suatu saham. Ex date (expired date) adalah tanggal dimana investor saham tidak berhak mendapatkan dividen.

Sementara itu, rec date (recording date) adalah tanggal penentuan pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Payment date adalah tanggal pembayaran dividen.

Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio

Selain itu, investor saham juga tidak jarang mendengar istilah dividen yield dan dividen payout ratio. Dividend payout ratio adalah rasio dividen yang diberikan kepada pemegang saham dibagi dengan laba tahunan perusahaan.

Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.(BBRI) memiliki laba bersih sebesar Rp34,4 triliun pada 2019 dan memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp20,6 triliun. Dengan rumus dividen dibagi laba bersih tersebut, dividend payout ratio BBRI sebesar 60%.

Sementara itu, dividend yield adalah dividen per saham dibagi harga saham. Dividend yield sering dianggap sebagai tingkat keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemegang sahamnya dalam pembagian dividen.

Perlu diingat, setiap emiten memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam hal dividen. Ada perusahaan yang rajin membagi dividen, ada pula perusahaan yang tidak membagi atau hanya membagi sedikit dividen karena laba yang diperolehnya digunakan untuk perluasan usaha atau ekspansi.
 

Ikuti terus analisa emiten dengan bahasa sederhana dan ulasan mendalam mengenai pasar modal dengan cara mendaftar di premium content.