ARTO Rugi Kuartal I/2021, Tapi Sahamnya Naik Terus

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 3 menit]

Manajemen PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mengumumkan laporan keuangan per 30 Maret 2021 pada Kamis, 22 April 2021. ARTO rugi Rp38 miliar pada kuartal I/2021 atau kian membesar dibandingkan dengan Rp25 miliar pada kuartal I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, ARTO mengantongi pendapatan bunga bersih Rp33,47 miliar pada 2021 atau naik lebih dari 200 persen dibandingkan dengan Rp10,07 miliar pada periode yang sama 2020.

Kendati demikian, beban operasional juga mengalami peningkatan yang drastis dari Rp35 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp71 miliar pada kuartal I/2021. Beban yang lebih besar daripada pendapatan itu membuat perusahaan merugi.

Sejak beberapa tahun terakhir atau sebelum berubah nama menjadi Bank Jago, ARTO memang mengalami kerugian. Pada 2020, ARTO rugi Rp189 miliar. Kendati terus mengalami kerugian, saham ARTO mengalami peningkatan harga yang cukup drastis.

Jika pada 2019 harga ARTO bergerak di level Rp100an, harga ARTO kini telah tembus Rp10.000 (per April 2021) atau telah meningkat ribuan persen. Salah satu penyebabnya tidak lain lain adalah aksi korporasi bank ini berupa akuisisi saham oleh berbagai investor, salah satunya adalah GoPay atau PT Dompet Karya Anak Bangsa yang dimiliki oleh Gojek.

Pada saat ini, pemegang saham ARTO antara lain Metarmofosis Ekositem Indonesia yang dikendalikan oleh bankir senior Jerry NG dengan porsi 37,65 persen, GoPay 22,16%, Wealth Track Technology yang dikendalikan oleh investor kawakan Patrick Walujo 13,35% dan sisanya oleh masyarakat.

Saham Bank Jago atau ARTO merupakan salah satu saham yang sering disebut sebagai "saham bank mini". Saham-saham bank kecil menjadi incaran banyak pelaku pasar. Harganya pun naik secara fantastis hingga ratusan persen hanya sepanjang tahun ini saja, atau kurang dari 3 bulan. 

Kinerja mereka jauh berbeda dibandingkan kinerja IHSG yang cenderung sangat terbatas. Kenaikan harga saham-saham ini sering kali dikaitkan dengan isu pengembangan bank digital atau neo bank yang akhir-akhir ini makin menghangat. Bagaimana prospek neo bank tersebut? Simak ulasannya dalam Prospek Neo Bank dan Rontoknya Saham Calon Bank Digital
 

Investasi