Bisnis

"Aksi" CEO Restock dan Efek ke Perusahaan

[Waktu baca: 3 menit]

Awal April 2021 barangkali menjadi hari-hari yang tidak terlupakan bagi laki-laki berinisial MFA.

Laki-laki 36 tahun itu banyak dibicarakan, dengan nada negatif, oleh netizen karena aksinya yang terekam video dan tersebar di media sosial. 

Pada suatu malam, dia diduga terlibat kecelakaan lalu lintas saat mengendarai mobil. Dia lalu mengeluarkan pistol sambil berbicara dengan sejumlah orang. Walaupun tidak sampai menarik pelatuk, aksi itu membuat geram banyak orang.

Tidak lama kemudian, seperti diberitakan oleh sejumlah media, polisi memburu laki-laki berkacamata tersebut. Dia kemudian ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi karena kasus tersebut.

Identitas laki-laki itu lalu terungkap. Dia adalah seorang pendiri (co-founder) dan pemimpin (CEO) dari perusahaan rintisan, Restock ID. Restock merupakan perusahaan peer-to-peer lending yang memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di bidang teknologi dan pusat pergudangan di Indonesia.

Perusahaan ini menyebut dirinya sebagai profesional di pasar teknologi finansial di Indonesia dengan menyediakan dana lebih untuk membiayai usaha tersebut. Aksi yang dilakukan oleh MFA ini ternyata tidak hanya berdampak kepada dirinya seorang, melainkan juga berdampak ke perusahaan. Apa saja dampaknya? 

Dalam waktu singkat, namanya tidak lagi tercantum sebagai CEO di laman Restock ID. Menurut pemberitaan Detik, posisi CEO Restock kini diisi oleh orang lain untuk sementara waktu. 

Efek lain yang dirasakan oleh Restock adalah meningkatnya popularitas perusahaan ini dalam waktu singkat. Sayangnya, popularitas ini bukan dipicu oleh suatu prestasi fenomenal yang mendapatkan banyak tepuk tangan, melainkan aksi tidak terpuji yang mengundang kegeraman.

Banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal perusahaan ini kemudian menjadi mengenal Restock. Ini adalah efek samping yang terjadi tanpa bantuan iklan atau aktivitas pemasaran lainnya yang masif. 

Data Google Trends juga mengafirmasi situasi itu. Jumlah pencarian dengan kata kunci "Restock" melejit pada awal April 2021 dibandingkan dengan akhir Maret 2021 yang relatif lebih sepi (lihat grafik di bawah).

Efek lain yang dirasakan oleh perusahaan ini adalah review buruk mengenai mereka di Google. Review ini tidak menyangkut kinerja perusahaan, melainkan ulah CEO. Banyak sekali ulasan negatif yang ditujukan untuk perusahaan ini. Secara langsung, review itu membentuk citra negatif terhadap Restock.

Tentu saja, manajemen Restock perlu bekerja lebih keras untuk memperbaiki citra Restock yang cukup negatif belakangan ini. Apa yang dilakukan oleh CEO Restock ini juga menjadi pelajaran berharga bagi para CEO dimanapun itu: hati-hati dalam bersikap jika ingin citra perusahaan terjaga dengan baik.

Tags in: Bisnis

Related articles

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login