9 Fakta Menarik Super Air Jet, Maskapai Baru Indonesia

Dika Aksara

[Waktu baca: 5 menit]

Industri penerbangan nasional semakin ramai dengan masuknya satu maskapai baru bernama Super Air Jet. Maskapai yang baru berdiri pada 2021 ini memunculkan banyak spekulasi, terutama mengenai kepemilikan dan sumber modalnya.

Salah satu rumor yang beredar menyatakan bahwa ada peran bos Lion Air Group, Rusdi Kirana, dalam pendirian maskapai ini. Pihak Lion Air Group sendiri sudah memberikan penjelasan resminya menanggapi isu ini. 

Lantas apa saja fakta menarik mengenai maskapai Super Air Jet? Simak ulasannya berikut ini:

1. Jadi Maskapai ke-14 yang Aktif di Indonesia

Maskapai Super Air Jet menjadi maskapai komersial ke-14 yang saat ini aktif melayani penumpang di Indonesia. Sebelumnya, sudah ada 13 maskapai yang mengudara di langit Nusantara yakni Garuda Indonesia, Indonesia Air Asia, Sriwijaya Air, Wings Air, Trigana Air, Citilink Indonesia, Batik Air, Nam Air, Indonesia Air Asia Extra, Express Air, Transnusa Aviation, dan Susi Air.

Data ini berasal dari buku Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia yang dirilis pada 2019 lalu. 

2. Berkode IU dan SJV

Maskapai Super Air Jet mendapat kode penerbangan 'IU' dari IATA atau Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional serta 'SJV' dari ICAO atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Super Air Jet fokus pada layanan penerbangan dalam negeri atau domestik yang pasarnya semakin luas. 

3. Fokus Penerbangan Domestik

Maskapai Super Air Jet yang usianya belum genap dua bulan (per Mei 2021) ini fokus untuk melayani penerbangan di dalam negeri. Dalam sebuah wawancara kepada media pada Mei 2021, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari berpandangan bahwa pasar penerbangan domestik di Indonesia masih menyisakan banyak ruang. Apalagi, Indonesia adalah negara kepulauan dengan kebutuhan angkutan udara sebagai penghubung antarwilayah. 

Maskapai Super Air Jet juga didesain untuk memungkinkan banyak penumpang melakukan perjalanan udara dengan tujuan wisata, pendidikan, dan perjalanan bisnis. 

4. Dikabarkan Ada Afiliasi dengan Lion Air Group

Santer beredar kabar bahwa pendirian maskapai Super Air Jet digawangi oleh bos Lion Air Group, Rusdi Kirana. Hal ini bukan tanpa dasar. Sang Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, sempat menduduki posisi penting di Lion Air Group yakni General Manager Service. 

Tak hanya itu, kabar mengenai pembentukan maskapai baru oleh Lion Air Group juga sudah beredar sejak tahun 2020 lalu. Hal ini diungkap melalui cuitan seorang pengamat penerbangan, Gerry Soedjatman. Ia menuliskan bahwa Lion Air Group memutuskan menyiapkan maskapai baru di tengah pandemi. Gerry menyoroti upaya pembentukan brand yang terkesan terburu-buru. 

5. Berbeda Manajemen dengan Lion Air Group

Pihak manajemen Lion Air Group juga buka suara terkait kabar yang menyebutkan Super Air Jet adalah milik Lion Air Group. Manajemen Lion Air menegaskan bahwa Super Air Jet adalah entitas perusahaan yang berbeda dengan Lion Air Group. Kendati begitu masih tidak jelas apakah ada hubungan khusus antara keduanya, termasuk perkara modal. 

Kementerian Perhubungan sempat menyampaikan bahwa maskapai Super Air Jet dimiliki oleh PT Kabin Kita Top. 

6. Membidik Pasar Milenial Kekinian

Peluncuran maskapai Super Air Jet di tengah pandemi cukup menarik karena justru dilakukan di tengah pasar penerbangan yang lesu. Namun, Super Air Jet berkeyakinan bisa menangkap peluang pasar begitu pandemi usai nantinya. Salah satu dampak pandemi terhadap maskapai penerbangan dapat dibaca dalam artikel berikut: Geliat Garuda Indonesia Berusaha Terbang Lagi.

Maskapai Super Air Jet disebut lebih fokus membidik pasar milenial. Berbeda dengan Lion Air yang juga menyasar pasar milenial tradisional, Super Air Jet diyakini akan mengemas pelayanannya secara lebih modern. 

7. Gunakan Airbus 320-200

Untuk tahap awal, Super Air Jet akan menggunakan armada Airbus generasi anyar, A320-200 dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. Meski fokus layanan penerbangan domestik, Super Air Jet juga diproyeksikan melayani penerbangan luar negeri. 

8. Masih Urus Izin Terbang

Kementerian Perhubungan merilis pernyataan bahwa maskapai Super Air Jet telah memiliki Surat izin Usaha Angkutan Udara (SIUAU). Namun, Air Operation Certificate (AOC) alias Sertifikat Operasi Angkutan Udara masih dalam proses penerbitan. 

Kementerian Perhubungan juga memastikan seluruh proses penerbitan AOC bagi Super Air Jet sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan. Ada lima prosedur yang perlu dilalui sampai izin terbang keluar, yakni pra permohonan, permohonan resmi, evaluasi dokumen, inspensi dan demonstrasi, serta sertifikasi. 

9. Sudah Urus Izin Sejak 2020

Maskapai Super Air Jet ternyata sudah mengurus izin operasi komersialnya sejak September 2020 lalu. Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Perhubungan. Izin yang diajukan Super Air Jet adalah jenis penerbangan angkutan niata berjadwal. 


 

Tags:

Bisnis