5 Cara Investasi Emas Antam untuk Pemula 2021

Date:

[Waktu baca: 4 menit]

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang paling digemari. Dengan tren harga yang cenderung selalu naik dari tahun ke tahun, emas juga berperan sebagai safe haven. Risikonya yang rendah juga membuat emas digunakan investor sebagai aset lindung nilai. 

Tapi sebelum membaca lebih lanjut, pembahasan dalam artikel ini adalah emas batangan ya, bukan emas perhiasan. Emas batangan memiliki nilai yang lebih stabil sebagai produk investasi ketimbang emas perhiasan. Alasannya, emas perhiasan perlu menghitung biaya produksi yang akan berpengaruh pada harga jual kembali. 

Nah, salah satu produsen emas batangan paling terpercaya di Indonesia adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau biasa disebut Antam. Dengan jumlah pasokan paling banyak, emas Antam menjadi tolok ukur pergerakan harga emas di pasar dalam negeri. 

Sebagai salah satu instrumen investasi, tentu saja emas sangat menjanjikan untuk memberi keuntungan. Hanya saja perlu dipahami bahwa emas batangan lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang. Alasannya, kenaikan harga emas biasanya tidak signifikan dari tahun ke tahun. 

Lonjakan keuntungannya pun tidak setinggi investasi dengan risiko yang lebih tinggi, seperti saham atau reksadana. Karena, investasi emas Antam paling sesuai untuk investor yang memang memilih instrumen investasi dengan risiko rendah. 

Selama pandemi Covid-19 pada 2020 lau, harga emas Antam sempat melonjak tinggi. Hal ini tentunya kabar baik bagi investor yang sudah menyimpan emas Antam sejak tahun-tahun sebelumnya. Rekor harga emas Antam tertinggi tercapai pada 7 Agustus 2020 dengan Rp 1,065 juta per gram. 

Harga emas sendiri telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020 saja, sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun tahun 2021 ini, kondisinya bisa berbeda. Peningkatan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan untuk tahun ini. Tidak ada jaminan bahwa peningkatan di 2020 akan terjadi lagi di 2021. 

Emas memang dikenal sebagai safe haven atau instrumen investasi yang nilainya diharapkan stabil ketika terjadi gejolak ekonomi. Namun perlu dipahami bahwa bila kamu berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi. 

Lantas bagaimana cara berinvestasi emas Antam dengan aman dan menguntungkan?

1. Investasi Emas Klasik

Teknik ini adalah yang paling jamak diterapkan para investor emas batangan Antam. Investasi emas klasik maksudnya, kita membeli emas Antam saat harga cukup murah dan menjualnya kembali saat harga emas Antam sudah naik cukup tinggi. Dari sana, kita bisa mendapat margin atau selisih harga yang menguntungkan. 

Teknik ini sebenarnya tidak hanya berlaku untuk emas Antam. Prinsip 'beli saat murah dan jual saat mahal' sebenarnya berlaku untuk hampir semua jenis investasi. Dan memang teknik ini sangat efektif dalam berinvestasi emas. 

Katakanlah, kamu menyimpan emas Antam sejak 2010 lalu. Kamu membelinya dengan harga saat itu, yakni sekitar Rp 410.000 per gram. Selang 11 tahun kemudian, yakni 2021 ini, harga emas Antam sudah menanjak ke level Rp 920.000 per gram. Dengan begitu, harga emas sudah naik lebih dari 100 persen dalam kurun waktu 11 tahun. 

Baca juga: Nasib Investasi Emas di Tahun Kerbau Logam

2. Buka Tabungan Emas Antam

Antam punya layanan bagi investor emas untuk menabung emas batangan. Bila biasanya kita menabung dengan menyetor uang, maka kali ini kita menabung dengan menyimpan emas batangan. Antam tetap menerima setoran kita dalam bentuk uang, tapi penyimpanannya dikonversikan ke dalam harga emas dalam gram saat itu. 

Misalnya, kamu menabung sebanyak 1 gram emas batangan Antam setiap bulan. Jika tabungan emas batangan kamu sudah terkumpul cukup banyak, maka kamu bisa menariknya dan mengalihkannya untuk memenuhi kebutuhan lain atau untuk dialihkan ke instrumen investasi lain seperti tanah. 

Karena sifat harga emas batangan yang cenderung stabil dan naik setiap tahun, maka emas lebih aman dari gerusan inflasi. Sehingga kamu tidak perlu khawatir nilai tabungan emas batangan kamu 'kalah' dari nilai inflasi. 

3. Jadikan Emas Antam sebagai Modal Bisnis

Kamu juga bisa memanfaatkan emas Antam untuk modal usaha. Ada dua cara yang bisa dilakukan, kamu bisa menjual emas batangan yang kamu punya ke Antam atau toko emas atau kamu bisa menggadaikannya. 

Dengan menjual emas batangan, maka kamu bisa mendapat uang tunai dengan nilai setara dengan harga beli kembali emas Antam saat itu. Uang tunai yang didapat pun bisa langsung dimanfaatkan untuk berusaha. 

Lantas dengan menggadaikan emas Antam, kamu bisa mendapat uang tunai dengan nilai setara dengan nilai taksiran saat itu. Dengan uang tunai itu kamu juga bisa memulai usaha. Hanya saja yang perlu kamu pahami, kamu tetap perlu menebus emas Antam yang kamu gadaikan jika ingin emas kamu kembali. 

Baca juga: Kilau Emas dan Emiten Penambang Emas 2021

4. Teknis Kebun Emas Batangan

Teknik berkebun emas sempat booming di dekade 2000-an hingga sekitar 2015-an. Sesuai dengan namanya, teknik investasi ini bertujuan melipat gandakan jumlah emas batangan yang dimiliki. 

Caranya, dengan memanfaatkan sistem gadai emas. Kita menitipkan emas batangan yang dimiliki ke bank untuk digadaikan. Biasanya, bank akan memberikan pinjaman sebesa 80 persen sampai 85 persen dari harga beli kembali emas. 

Misalnya, kamu memiliki emas Antam batangan seberat 25 gram. Saat itu, harga jual kembali untuk berat tersebut sebesar Rp 15 juta. Jika kamu gadaikan ke bank, maka bank akan memberi pinjaman berupa uang tunai sebesar Rp 12 juta. 

Nah, uang tunai berupa pinjaman sebesar Rp 12 juta itu kamu gunakan untuk membeli emas batangan lagi. Begitu terus sampai jumlah emas batangan yang kamu miliki semakin banyak. 

Catatan pentingnya, sistem ini hanya sukses apabila harga emas Antam atau emas batangan konsisten selalu naik. Padahal kita tidak bisa memastikan harga emas Antam akan selalu naik. Seperti pada 2020 lalu, harga emas Antam sempat melonjak tinggi sebelum akhirnya anjlok lagi sampai saat ini. 

Jadi kesimpulannya, cara berkebun emas sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kerugian yang besar tanpa perhitungan dan analisis yang jelas. 

5. Investasi Emas dengan Forex Trading

Dikutip dari laman resmi Antam, cara lain untuk berinvestasi emas Antam adalah dengan mengaplikasikan sistem forex trading. Untuk mengaplikasikan cara yang terakhir ini kamu nanti akan menggunakan emas batangan ANTAM tersebut sebagai modal berbisnis, maupun deposit trading. 

Emas batangan ANTAM yang kamu miliki nanti akan digadaikan dan dijadikan sebagai modal trading. Nah untuk kamu kurang suka dengan risiko, maka cara investasi dengan forex trading ini kurang pas. Sebab investasi trading forex adalah investasi yang bisa dibilang cukup berisiko tinggi. Masih ingat kan prinsip high risk high return

Jadi kalau kamu memang belum benar-benar ahli di dunia trading forex, sebaiknya cari cara investasi emas yang lainnya.

Tips Berinvestasi Emas Antam

Nah setelah memahami sejumlah cara untuk berinvestasi emas Antam, ada baiknya kamu juga menyimak sejumlah tips berinvestasi emas Antam berikut ini. 

1. Pastikan Beli Emas Batangan Bersertifikat

Emas produksi Antam sebenarnya sudah sangat aman untuk dimiliki. Emas Antam memiliki karakter fisik yang sulit untuk dipalsukan. Dalam setiap emas batangan ada sertifikat yang menjelaskan dimensi emas, berat emas, kadar kemurnian emas, serta nomor seri emas. 

Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, pastikan kamu membeli emas batangan di galeri emas resmi yang dimiliki Antam. Atau, kamu juga bisa membelinya secara perorangan dan mengecek keasliannya lewat aplikasi CertiEye. 

2. Jangan Terlalu Menunggu Harga Turun

Salah satu prinsip berinvestasi emas adalah membelinya saat  harga rendah dan menjualnya saat harga lebih tinggi. Namun prinsip ini jangan lantas membuatmu menunda-nunda berinvestasi emas karena terus berharap mendapat harga yang jauh lebih rendah. Kalau kamu terus-terusan menunda dan berharap mendapat harga rendah, bisa-bisa kamu malah batal berinvestasi emas. 

Lebih baik, belilah emas Antam jika memang uang yang kamu alokasikan sudah mencukupi untuk membelinya. Bagaimana jika setelah membeli harga emas Antam malah turun? Jangan khawatir. Ingatlah bahwa tren kenaikan harga emas memang berlangsung jangka panjang, 5-10 tahun. 

Seperti yang disampaikan di awal, investasi emas hanya cocok untuk yang berniat investasi jangka panjang. Risikonya yang rendah pun tidak menyajikan margin yang signifikan dalam waktu singkat. 

3. Simpan emas di tempat yang aman

Kamu bisa menyimpan emas batangan di mana saja. Jika kamu yakin memiliki sistem keamanan yang cukup canggih di rumah, maka sah-sah saja menyimpan emas batangan di rumah. Tapi jika kamu ragu dan khawatir emas kamu hilang, maka kamu bisa menitipkan mas batanganmu ke Antam. Antam menawarkan jasa brangkas atau penyimpanan emas batangan dengan biaya tahunan.
 

Tags: