Cara Membeli Saham, Mudah dan Cepat 2021

Dika Aksara

[Waktu baca: 4 menit]

Investasi saham adalah salah satu sarana investasi yang legal di Indonesia. Saham menjadi instrumen investasi yang semakin diminati karena potensi keuntungan yang cukup menarik. 

Berkat kemajuan teknologi informasi, investasi saham kini semakin mudah. Jika dulu jual beli saham harus dilakukan secara manual dengan telepon atau datang langsung ke kantor broker saham, sekarang semuanya sudah serba online. 

Kita bisa melakukan transaksi jual beli saham hanya lewat aplikasi perusahaan sekuritas di smartphone. Tanpa harus keluar rumah, investasi saham bisa dilakukan dari mana saja asal ada sinyal internet!

Nah, artikel kali ini akan membahas urutan cara membeli saham secara online. Buat kamu investor pemula yang sedang menjajal berinvestasi saham, jangan khawatir. Ikuti saja langkah berikut ini: 

1. Buka Rekening Saham

Saat menabung di bank, kita harus membuka rekening tabungan. Begitupula dengan investasi saham, kita harus membuka rekening saham. Membuka rekening saham adalah salah satu tahap awal dalam berinvestasi saham.

Asyiknya, rekening saham itu kini bisa dibuka secara online tanpa harus keluar rumah. Membuka rekening saham bisa dilakukan dengan bantuan aplikasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas atau perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan sekuritas atau broker saham. 

Broker atau pialang saham adalah nama lain dari perusahaan sekuritas yang menjadi perantara transaksi antara kamu sebagai investor dan pasar modal. Kamu tidak perlu datang ke kantor perusahaan sekuritas untuk membuka rekening saham!

Sederhananya, broker inilah yang akan membantumu melakukan transaksi jual dan beli saham di pasar modal. Sebagai investor ritel, kamu tidak bisa membeli saham secara langsung di sebuah perusahaan tanpa bantuan perusahaan sekuritas ini.  Jadi sebelum berinvestasi saham, kamu perlu memilih perusahaan sekuritas tersebut.

Beberapa contoh perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia, antara lain: Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, BNI Sekuritas, Ajaib Sekuritas, BCA Sekuritas, dan masih banyak lagi. 

Lantas sekuritas mana yang paling oke? Setiap sekuritas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi lebih baik memilih sekuritas yang punya aplikasi jual beli saham online yang bagus. 

Beberapa broker bahkan menyediakan fitur simulasi trading saham di aplikasinya. Kamu bisa memilih aplikasi investasi saham dalam artikel berikut ini: 10 Aplikasi Saham Terbaik Untuk Pemula 2021

Dalam membuka rekening saham itu, ada sejumlah dokumen pendukung yang perlu disiapkan, biasanya berupa:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Buku tabungan

Proses pembuatan rekening saham membutuhkan waktu yang bervariasi di setiap perusahaan sekuritas. Ada yang butuh waktu beberapa hari, ada pula yang membutuhkan waktu berminggu-minggu. 

2. Setor Modal Awal

Setelah membuat rekening saham maka tahap selanjutnya kamu bisa mengirim atau menyetor modal awal yang akan digunakan untuk transaksi saham. Caranya dengan mentransfer sejumlah dana ke rekening yang sudah disiapkan sebelumnya. 

Berapa jumlahnya? Setiap perusahaan sekuritas mensyaratkan setoran modal awal yang berbeda-beda. Ada yang Rp100.000, ada pula Rp10 juta. Sebagian perusahaan sekuritas kini mensyaratkan setoran modal awal Rp100.000 supaya lebih dapat dijangkau para investor ritel.

Jika setoran modal awal sudah terpenuhi, kamu sebagai investor bisa menyetorkan uang lagi sebagai modal investasi. Setoran modal itu bisa disesuaikan dengan kemampuan finansialmu atau juga disesuaikan dengan berapa besar saham yang akan dibeli. 

Tentu saja, semakin besar modal maka semakin besar pula potensi keuntungan yang dapat diraih oleh investor saham. Perlu diingat, selain potensi keuntungan, investor saham juga menghadapi risiko kerugian dalam investasi saham.

3. Beli Saham Online

Jika sejumlah dana sudah tersimpan di rekening, maka kamu sudah bisa melakukan transaksi saham. Saham apa yang dibeli? Kamu perlu melakukan sejumlah analisis seperti analisis fundamental dan teknikal untuk memilih saham.

Contoh cara beli saham lewat aplikasi online:

  • Tentukan saham apa yang akan dibeli. Misalnya, kamu akan membeli saham Bank BCA. Maka kamu bisa memilih di menu pencarian aplikasi kode Bank BCA, yaitu BBCA. 
  • Lakukan order. Kamu akan diminta memasang harga pembelian. Di aplikasi pun akan terlihat harga penawaran (bid) dan harga penjualan (offer).

Pada dasarnya, bid adalah harga yang diajukan oleh calon pembeli saham ketika hendak membeli saham tertentu. Calon pembeli bisa mengajukan harga beli, baik lebih tinggi atau lebih rendah dari harga saham saat itu.

Offer atau ask adalah kebalikan dari bid. Offer adalah harga yang diajukan oleh calon penjual saham ketika hendak menjual saham miliknya. Calon penjual bisa mengajukan harga jual, baik lebih tinggi atau lebih rendah dari harga saham saat itu.

Jika sudah membeli saham, kamu bisa memantau pergerakan harga saham yang kamu beli, termasuk profit atau kerugiannya di halaman portofolio masing-masing aplikasi. Tidak sulit bukan untuk memulai investasi saham?

Jangan salah, investasi saham tidak selalu mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam melakukan investasi, termasuk perkembangan kondisi perusahaan yang sahamnya kamu beli. Kami mengulas secara mendalam berbagai perusahaan terbuka dalam kumpulan artikel spesial berikut: Premium Content.
 

Tags:

Investasi