4 Fakta Penurunan IHSG Setelah Pengumuman PSBB Total

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 5 menit]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun secara drastis pada Kamis, 10 September 2020. IHSG akhirnya ditutup di level 4.891,46 atau turun 5% dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya.

IHSG kembali bersemayam di bawah level 5.000 setelah sebelumnya sempat menyentuh level 5.300 beberapa waktu lalu.

Perdagangan sempat dihentikan (trading halt) pukul 10.36 waktu Jakarta Automated Trading System. Penghentian itu dilakukan saat IHSG anjlok hingga 5% ke level 4.891,87. Trading halt berlangsung selama 30 menit atau hingga pukul 11:06 waktu JATS.

Mengapa IHSG turun drastis? Dari berbagai kemungkinan, salah satu kemungkinan terbesarnya adalah pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.

Berikut ini sejumlah fakta mengenai penurunan IHSG pada Kamis, 10 September 2020.

1. Setelah Pengumuman PSBB

Penurunan IHSG ini diduga kuat karena pengumuman Pemerintah DKI Jakarta mengenai kebijakan PSBB total yang disampaikan pada Rabu malam, 8 September 2020.

PSBB yang disebut "PSBB Total" ini berbeda dibandingkan dengan PSBB Transisi yang diterapkan Pemerintah DKI Jakarta sejak 5 Juni 2020 hingga pertengahan September 2020 ini. Kebijakan ini disebut Anies sebagai "rem darurat".

PSBB total itu diterapkan karena Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kumulatif kasus positif corona paling banyak yakni mencapai 48.393 orang. Dari jumlah tersebut, 36.383 orang dinyatakan sembuh dan 1.317 meninggal. 

Hingga sehari sebelum Anies mengumumkan PSBB total tersebut, pasien positif corona yang dirawat dan isolasi di Jakarta sebanyak 11.030 orang. Dalam sepekan terakhir, persentase kasus positif corona mencapai 13,2%.

2. Trading Halt

Trading halt adalah penghentian perdagangan selama 30 menit karena IHSG turun hingga 5%. Selama Maret 2020, BEI telah menghentikan perdagangan selama 6 kali karena IHSG turun hingga 5% dalam satu hari perdagangan.

Dengan demikian, trading halt pada 10 September 2020 ini adalah trading halt ketujuh yang dilakukan oleh bursa. Trading halt ini tidak berlanjut dengan trading halt berikutnya. Berdasarkan ketentuan yang dibuat otoritas bursa, apabila IHSG kembali turun hingga 10% maka perdagangan akan kembali dihentikan selama 30 menit. 

3. Banyak Saham ARB

Tidak sedikit saham yang turun hingga menyentuh batas bawah penurunan atau auto reject bawah (ARB). Sebagian saham yang mengalami ARB tersebut adalah saham LQ-45.

Saham-saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI tersebut mengalami penurunan drastis. Saham itu berasal dari berbagai sektor, dari bank, telekomunikasi, barang konsumsi dan sebagainya.

Seperti diketahui, batas ARB sempat diubah oleh BEI menjadi 7%.  Batas itu diubah dari batas 10% yang sebelumnya merupakan perubahan dari batas 20%-35%. Berdasarkan data RTI hingga penutupan pasar saham, sebanyak 444 saham mengalami penurunan harga dan sebagian kecil yaitu 50 yang naik harganya.

4. IHSG Turun 22% Sejak Awal Tahun

Dengan penurunan sebesar 5% pada Kamis, 10 September 2020, IHSG tercatat telah turun sekitar 22% sejak awal tahun ini. Penurunan ini bukan penurunan terbesar yang pernah dialami oleh IHSG sepanjang 2020.

Sebagai pengingat, IHSG pernah terkapar hingga level di bawah 4.000 pada Maret 2020 atau saat kasus positif virus corona mulai ditemukan di Indonesia. Pada saat itu, IHSG turun hingga lebih dari 35% pada Maret 2020 sejak awal tahun 2020.

Setelah itu, IHSG berangsur mengalami peningkatan hingga mencapai level 5.300 beberapa waktu lalu. 


 

Investasi