Mengenal Sayurbox, Alternatif Belanja Sayur dan Buah Online

Dika Aksara

[Waktu baca: 5 menit]

Pola konsumsi masyarakat berubah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak 2020 lalu justru menjadi katalisator dalam percepatan pergeseran budaya belanja itu. 

Jika dulu masyarakat lebih suka belanja apapun dengan cara offline, langsung ke toko atau pasar, kini orang-orang lebih suka belanja online alias daring. Konsep belanja online ini berkembang pesat alam satu dekade belakangan. 

Tapi awal-awal muncul, orang lebih mengenal belanja online untuk produk pakaian, elektronik, atau makanan. Baru belakangan, produk sayuran dan buah-buahan segar pun mulai ditawarkan oleh sejumlah platform digital. Salah satunya, Sayurbox.

Sayurbox yang muncul pertama kali tahun 2017 kemudian benar-benar berkesempatan meraup pasar yang lebih luas pada 2020 saat pandemi muncul. Imbauan pemerintah agar warga tidak bepergian keluar rumah membuat jasa Sayurbox makin ramai dipakai. 

Kini orang-orang tak perlu repot beli sayur dan buah segar ke pasar atau supermarket. Cukup duduk di rumah, konsumen bisa memilih sayur dan buah segar yang diinginkan lewat sekali klik di ponsel. 

Lantas seperti apa profil Sayurbox secara lengkap? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

1. Sayurbox Pakai Konsep Farm-to-Table

Didirikan pada 2017 oleh Amanda Susanti Cole, Sayurbox memakai konsep bisnis farm-to-table. Konsep ini memungkinkan konsumen bisa memperoleh berbagai sayur dan buah segar berkualitas langsung dari petani dan produsen lokal. 

Ide ini muncul saat Amanda berbincang dengan seorang petani yang mengeluhkan sulitnya mereka dalam mengakses konsumen secara langsung. Hal ini membuat mereka sulit menjual hasil panen sehingga banyak produk yang terbuang begitu saja. 

Dengan menghubungkan langsung antara konsumen dengan petani, Sayurbox punya peran dalam menjaga produktivitas petani. Amanda, yang masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 pada 2019, ini pun berharap Sayurbox bisa menjangkau lebih banyak konsumen dan petani. 

2. Dapat Berkah Dari Pandemi

Blessing in disguise barangkali cocok untuk menggambarkan kondisi Sayurbox selama pandemi. Pandemi Covid-19 memang menyusahkan banyak orang. Tapi dengan terbatasnya mobilitas warga, permintaan terhadap sayur dan buah segar secara online ikut menanjak tajam. 

Pada awal pandemi melanda Indonesia, April 2020 lalu, Sayurbox sempat merilis pernyataan bahwa permintaan produk yang dipasarkan melalui aplikasinya naik 5 kali lipat. 

Pesanan yang meluber mebuat kinerja keuangan Sayurbox semakin moncer. Sayurbox pun menambah mitra petani. Sepanjang 2020 lalu, Sayurbox berhasil menggandeng tambahan 1.000 petani di sejumlah daerah termasuk Surabaya dan Bali. Hasil tani yang ada kemudian dikelompokkan sesuai kualitasnya, yakni grade a, b, dan c. 

3. Jadi Bidikan Investasi Astra International

Sayurbox menjadi salah satu dari dua startup yang paling baru disuntik dana oleh PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya, PT Astra Digital International. Astra memang mulai menggarap bisnis anorganik. Dalam rilisnya kepada media, Astra International menyatakan telah menyuntikkan dana segera sebesar US$5 juta atau setara Rp72 miliar (kurs Rp14.500) kepada Sayurbox pada Maret 2021. 

Bidikan investasi Astra kepada Sayurbox bukan tanpa alasan. Startup yang fokus pada layanan pesanantar sayur dan buah segar ini mengalami lonjakan kinerja selama pandemi. Ramadhan dan Lebaran 2021 juga jadi momen penting bagi perusahaan untuk menambah pesanan. 

Pendanaan Seri B ini tak hanya diberikan oleh Astra tetapi juga Syngenta Group Ventures, bagian dari modal ventura  Syngenta Group sebagai penyedia teknologi dan ilmu pertanian terkemuka di dunia. Simak lebih jauh soal keputusan Astra berinvestasi di perusahaan digital dalam artikel berikut: Ketika "Big Caps" Jatuh Hati ke Perusahaan Digital 

4. Ekspansi ke Luar Jawa

Pendanaan yang baru saja didapat oleh Sayurbox dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis. Sayurbox berencana mempercepat pertumbuhan supplychain di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek ), Surabaya, dan Bali. 

5. Sayurbox Tawarkan Lebih Dari 1.000 Produk 

Memang sih, produk utama yang dijual di Sayurbox adalah buah dan sayuran segar. Tapi ternyata platform digital ini juga menawarkan lebih dari 1.000 produk makanan seperti bumbu dapur, ikan, ayam, hingga daging merah. Artinya, Sayurbox tidak lagi hanya menjual sayuran atau buah, tapi juga produk makanan yang bervariasi seiring perkembangan perusahaan itu. Berminat belanja di Sayurbox?
 

Tags:

Bisnis