Investasi

Laba Sampoerna (HMSP) Melorot 22% Di Tengah Kebijakan Cukai

[Waktu baca: 3 menit]

Laba bersih salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), turun 22,13 persen menjadi Rp2,59 triliun pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan Rp3,32 triliun pada kuartal I/2020.

Penurunan laba bersih ini terjadi seiring penurunan penjualan bersih menjadi Rp23,55 triliun pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan Rp23,86 triliun pada kuartal I/2020.

Penurunan kinerja keuangan HMSP ini terjadi di tengah kebijakan penaikan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 12,5 persen pada 2021. Peningkatan ini melanjutkan peningkatan cukai yang terjadi pada 2020. Peningkatan cukai memaksa HMSP menaikkan harga rokoknya. 

Penaikan harga rokok belum tentu dapat diterima oleh konsumen Sampoerna. Seperti diketahui, pandemi virus corona yang terjadi sejak 2020 turut berdampak terhadap daya beli masyarakat. Pandemi dan cukai merupakan pukulan ganda bagi perusahaan rokok seperti HMSP.

Kenaikan cukai terjadi hampir setiap tahun. Pada 2020, tarif cukai rokok bahkan dinaikkan 23 persen dari 2019. Tujuan kenaikan ini bukan hanya semata untuk meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk menekan tingkat konsumsi rokok nasional, terutama dari kalangan anak, remaja, dan perempuan. Sebagian dari pendapatan yang diperoleh dari cukai tersebut digunakan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan.

Kenaikan tarif cukai rokok yang akan berlaku 2021 nanti hanya dikenakan terhadap produk sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM). Rentang kenaikannya antara 13,8 persen  hingga 18,4 persen. Sementara itu, golongan sigaret kretek tangan (SKT) tidak mengalami kenaikan cukai. Rata-rata kenaikan dengan demikian adalah 12,5 persen.

HMSP merupakan salah satu penguasa pangsa pasar rokok dengan porsi 28,8 persen. Di segmen Sigaret Kretek Mesin, pangsa HMSP sebesar 19,2 persen sepanjang 2020. Sementara itu, pangsa rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) sebesar 7,2 persen.

Dari berbagai produk yang dijual HMSP, rokok merk Sampoerna A merupakan rokok dengan pangsa pasar paling besar bagi Sampoerna dengan porsi 11,8 persen, diikuti oleh Dji Sam Soe 9 persen, Sampoerna Kretek 2,7 persen, Marlboro 4,1 persen, Sampoerna U 0,9 persen dan lainnya 0,3 persen.

Bagaimana prospek HMSP di tengah kebijakan cukai rokok yang meningkat pada 2021? Simak ulasannya dalam Prospek Saham Rokok (HMSP, GGRM, WIIM) Setelah Kenaikan Cukai 2021.

 

 

Tags in: Saham Saham HMSP

Related articles

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login