Investasi

BI 7-DRR Turun: Saatnya Deposito Beralih ke Reksa Dana?

[Waktu baca: 4 menit]

Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,75% pada 19, November 2020 dari sebelumnya 4%.

Penurunan BI 7-Day Repo Rate ini adalah penurunan kelima sepanjang 2020 di tengah pandemi corona. 

Apa dampak penurunan ini ke deposito?
Bunga deposito akan menciut. 

Contoh, bunga deposito Bank Mandiri tenor 3 bulan

  • Januari 2020:  6%
  • November 2020: 3,5%

Apa yang harus dilakukan ketika BI 7-DRR turun namun ingin keuntungan investasi yang lebih tinggi? Bagi investor dengan profil risiko konservatif,  dana dapat dipertimbangkan.

Reksa dana paling rendah risiko adalah reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang berisi instrumen deposito, Sertifikat Bank Indonesia hingga obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Intinya, 100% dana ditempatkan di pasar uang.

Lho, apa bedanya investasi di deposito dan di reksa dana pasar uang berisi deposito? Beda, terutama dalam hal potensi keuntungan.

Potensi keuntungan investasi reksa dana pasar uang lebih tinggi daripada deposito. Mengapa?

Reksa dana dikelola oleh manajer investasi. Manajer investasi menginvestasikan dana kelolaan reksa dana pasar uang ke instrumen seperti deposito atau obligasi jatuh tempo kurang dari setahun.

Dana kelolaan yang diinvestasikan bukan hanya Rp1 juta atau Rp10 juta, tapi puluhan/ratusan miliar bahkan hingga triliunan. Dengan duit segitu, manajer investasi akan mendapatkan penawaran bunga deposito lebih tinggi --daripada nasabah biasa-- dari bank.

Selain itu, reksa dana pasar uang juga berisi obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Imbal hasil obligasi umumnya lebih tinggi daripada deposito. Dengan kombinasi deposito dan obligasi itu, tingkat keuntungan reksa dana pasar uang biasanya lebih tinggi daripada deposito.

Di fund fact sheet reksa dana, investor biasanya bisa melihat perbandingan kinerja reksa dana pasar uang dan deposito dalam grafik --- jika disediakan manajer investasi.

Namun, bukan berarti reksa dana pasar uang tanpa risiko. Harga unit reksa dana pasar uang juga bisa turun karena perubahan harga obligasi. Obligasi, yang menjadi underlying assets dalam reksa dana, juga memiliki risiko gagal bayar. Risiko ini tidak ada dalam investasi deposito.

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login