Pelajaran Penting dari Viralnya “Budi Setiawan” Binomo

Jutaan orang tidak menyadari bahwa paling tidak mata mereka sudah pernah melihat rambut orang ini. 

Sumber: Youtube

Trader ulung yang disebut bernama Budi Setiawan ini mengaku mampu menghasilkan uang sebesar US$1.000 setiap harinya tanpa harus meninggalkan rumah hanya dengan melakukan kegiatan jual beli melalui platform Binomo.

Apa Itu Binomo?

Binomo merupakan sebuah platform trading biner yang melakukan kegiatan jual beli aset-aset keuangan seperti forex, derivatif, dan saham. Platform ini berperan dalam mempertemukan antara permintaan dan penawaran pada aset-aset keuangan. 

Melalui platform trading yang tersedia, broker berfungsi sebagai media yang menghubungkan antara pembeli dan penyedia aset keuangan tersebut.

Perlu diketahui,  Binomo yang memiliki kantor pusat di Siprus ini bukanlah satu-satunya platform trading biner aset keuangan di Indonesia. 

Saat ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), otoritas yang menaungi kegiatan jual beli aset keuangan derivatif di Indonesia, telah mengeluarkan izin resmi bagi 23 platform pialang yang kegiatan usahanya hampir serupa dengan Binomo.

Tapi, Bappebti tidak mengeluarkan izin resmi bagi Binomo sehingga dapat dikatakan bahwa Binomo melakukan kegiatan perdagangannya secara ilegal di Indonesia.

Bappebti menganggap bahwa Binomo telah melakukan kegiatan perdagangan manipulatif dengan menjanjikan tingkat imbal hasil yang pasti atau fixed return setiap harinya tanpa memberikan informasi mengenai risiko dari kegiatan binary option tersebut.

Mengenal Kegiatan Binary Option

Pada dasarnya, Binomo adalah penyelenggara kegiatan trading binary option yang hanya memanfaatkan keuntungan melalui kenaikan dan penurunan harga dalam suatu rentang waktu tertentu.

Trading biner ini murni dapat dikatakan sebagai judi dalam pasar keuangan, karena setiap nasabah hanya didasarkan kepada keberuntungan tanpa adanya underlying asset yang menjamin.

Sebagai contoh: 

Kamu memiliki keyakinan bahwa forex A akan meningkat sebesar 10% dalam waktu 5 hari. 

Berdasarkan keyakinan yang kamu miliki, kamu memutuskan untuk “entry the bet” atau memasang kenaikan sebesar 10% dalam 5 hari di binary options tersebut dengan mempertaruhkan sejumlah uang tertentu yang telah disepakati di awal.

Apabila keyakinan tersebut dapat tercapai, maka kamu akan mendapatkan keuntungan berlipat. Namun ketika kamu kalah dalam “taruhan” ini, kamu juga akan menderita kerugian yang tidak sedikit.

Melalui ilustrasi sederhana ini, dapatkah kamu membedakan antara binary options dan judi bola?

Padahal, bukan seperti itu cara pasar keuangan bekerja. Pasar keuangan tidak didasari oleh keyakinan dan keberuntungan, tetapi harus didukung oleh perhitungan dan analisis yang berdasar.

Tetapi jangan salah, dalam beberapa hal, judi bola bahkan “lebih baik” dari trading binary option.

Pada beberapa kasus, kegiatan binary option justru dimanipulasi oleh penyedia platform. Misalnya seperti pengaturan tenggat waktu yang terlalu singkat atau kesepakatan soal harga yang sudah diatur sedemikian rupa agar kamu tidak bisa memenangkan pertaruhan tersebut. 

Justru judi bola “lebih jujur” dari binary option, bukan? Lebih sulit membuktikan terjadinya pengaturan skor pada pertandingan sepak bola yang dengan transparan dapat kita lihat secara langsung prosesnya ketimbang pengaturan pada kegiatan binary option.

Tidak berhenti di situ, meskipun kamu memenangkan pertaruhan binary option, tetap saja bisa dimanipulasi. Banyak testimoni pada trading binary option yang mengatakan bahwa mereka merasa tertipu karena ketika mereka sudah menang, platform akan menyulitkan mereka untuk menarik uang yang telah dimenangkan.

Apa Dampaknya?

Photo by Jp Valery on Unsplash

Apabila kamu merasa bahwa iklan Binomo tidak bisa menipu bukan berarti iklan pembodohan ini tidak punya dampak luas di masyarakat.

Jutaan orang tidak menyadari bahwa berdasarkan data survei nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sebesar 29,7%.

Literasi keuangan dapat dikatakan sebagai seberapa baik pemahaman seseorang untuk memanfatkan dan mengalokasikan keuangan mereka pada kegiatan-kegiatan yang produktif.

Artinya, terdapat 70% lebih masyarakat Indonesia yang dapat menjadi sasaran empuk bagi platform-platform keuangan yang tidak mengedukasi seperti Binomo. Masyarakat yang belum bisa menempatkan alokasi keuangannya secara bijak.

Dapat dikatakan, kurang lebih 180 juta orang tidak menyadari!

Berdasarkan data OJK, pada rentang waktu 2008-2018, kerugian yang ditimbulkan oleh investasi bodong mencapai Rp88,8 Triliun dan angka ini terus bertambah setiap tahun. Oleh karena itu, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sederhana.

Bagaimana Untuk Pemula?

Bagi kamu yang baru belajar berinvestasi, kami sangat tidak menyarankan untuk “bermain” di binary option seperti Binomo.

Sebab melalui trading binary option, di samping risikonya yang sangat tinggi, kamu juga harus berjudi dengan ketidakpastian. Itulah mengapa kami lebih suka menyebut binary option sebagai permainan judi, bukan investasi.

Sebagai pemula, lebih baik pelajari dulu instrumen-instrumen primer seperti surat hutang dan saham. Kedua instrumen itu memiliki aset yang menjamin investor’s value

Apabila kamu membeli saham sebuah perusahaan, nilai yang kamu miliki sebagai investor dijamin melalui kinerja operasional perusahaan setiap tahun.

Secara tidak langsung, kamu merupakan “pemilik” perusahaan tersebut meskipun dalam porsi yang sangat kecil. Namun instrumen saham memiliki risiko yang lebih tinggi daripada surat utang.

Ketika kamu membeli surat utang suatu perusahaan, maka surat utang tersebut dijamin melalui aset fisik perusahaan.

Kasarnya, apabila bunga utang  tidak mampu dibayar oleh perusahaan, maka kamu tetap berhak untuk mendapatkan hasil penjualan aset fisik perusahaan yang digunakan sebagai jaminan utang.

Itulah mengapa surat utang memiliki risiko yang lebih rendah dari saham, karena pemegang surat utang memiliki hak untuk menerima pembayaran bunga utang.

Berbeda dengan keduanya, binary option tidak memiliki underlying asset. Tidak ada penjamin nilai yang dimiliki oleh investor, terlalu berisiko.

Dengan demikian, yang paling penting, kenali dulu preferensi risiko yang kamu miliki sebelum memulai berinvestasi.

Apa Yang Perlu Dilakukan?

Photo by Austin Distel on Unsplash

Berikut ini sejumlah tips dari Big Alpha dalam menghadapi berbagai tawaran investasi:

  • Menjanjikan Imbal Hasil Tinggi? Lupakan!

Kami selalu menjelaskan bahwa kegiatan investasi selalu didasarkan pada prinsip risk and return (risiko dan hasil). Artinya, pada setiap potential return (potensi keuntungan) yang akan didapat akan diikuti dengan besaran risiko yang perlu dihadapi.

Kalau kamu ditawari investasi dengan janji “pasti untung!”, maka hampir dipastikan kamu sedang dibohongi karena tidak ada satupun instrumen investasi yang tidak memiliki risiko, bahkan surat utang pemerintah sekalipun tetap memiliki risiko.

  • Cek Di Situs OJK!

Sebagai otoritas di pasar keuangan nasional, OJK memiliki daftar perusahaan investasi yang memiliki izin resmi untuk melakukan kegiatannya secara legal. Dalam hal investasi di bidang apapun, daftar perusahaan tersebut dapat diakses melalui situs resmi OJK.

OJK bahkan juga mempublikasikan perusahaan-perusahaan investasi ilegal yang dianggap meresahkan masyarakat.

Dengan demikian, ketika kamu merasa tertarik untuk melakukan investasi melalui perusahaan tertentu, periksalah legalitas izin usaha perusahaan itu melalui informasi yang disediakan oleh OJK. 

Sayangnya, OJK hanya menyediakan informasi legalitas usaha bagi perusahaan keuangan saja. Kalau perusahaan tersebut bukan termasuk perusahaan keuangan, maka harus ditelusuri melalui sumber informasi lain.

  • Bersikap Rasional dan Cari Informasi Sebanyak Mungkin

Pada dasarnya, investasi yang menipu dapat dihindari dengan rasionalitas. Seberapa jauh kita dapat berpikir rasional sebelum mengambil keputusan akan sangat menentukan hasil investasi yang kita lakukan.

Ditambah lagi, semakin banyak informasi yang kita cari mengenai investasi terkait, maka semakin baik pula pertimbangan yang kita miliki dalam menentukan. 

Jangan sampai nafsu ingin cepat kaya justru membuat kita tidak berpikir bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *