Mengenal Dua Indeks Baru: IDXValue30 dan IDXGrowth30

Indeks merupakan ukuran perubahan harga dari kumpulan saham tertentu. Bisa dikatakan, indeks merupakan kumpulan dari saham-saham tertentu yang dipilih berdasarkan karakteristik yang serupa.

Contohnya, pasar modal nasional memiliki salah satu indeks yang disebut dengan LQ45. Indeks ini merupakan pergerakan harga dari kumpulan 45 saham yang memiliki karakteristik serupa, yaitu; aktif diperdagangkan, punya kapitalisasi pasar besar, dan memiliki kondisi keuangan yang baik. Sehingga, kumpulan 45 saham yang tercatat pada indeks ini, bisa dikatakan memiliki karakteristik yang sama berdasarkan kriteria tersebut.

Source: CNBC Indonesia/Andrean KristQant Growth30, Value30, IDXo

Selain LQ45, pasar modal Indonesia memiliki berbagai indeks lain yang memiliki tujuan yang sama, yaitu mengumpulkan beberapa saham yang punya karakteristik sejenis agar dapat dijadikan acuan oleh investor. Sebagai informasi, saat ini pasar modal Indonesia telah memiliki 24 indeks berdasarkan kategori yang berbeda-beda.

Beberapa waktu lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis 2 indeks baru yang dapat dijadikan sebagai acuan baru bagi investor. Indeks tersebut adalah IDX Value30 dan IDX Growth30. Indeks tersebut diterbitkan sebagai jawaban atas tingginya permintaan pasar kepada otoritas bursa untuk menghasilkan indeks-indeks baru.

Selain dua indeks tersebut, rencananya BEI juga kembali akan merilis satu indeks baru tahun ini yang disebut dengan Green Index, yang merupakan kumpulan saham yang operasional usahanya selaras dengan semangat pemeliharaan kualitas lingkungan dan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG).

Namun, artikel ini hanya akan membahas soal 2 indeks yang baru saja diterbitkan oleh BEI. Indeks yang harapannya dapat digunakan untuk menyesuaikan prinsip investasi seorang investor. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai kedua indeks ini:

I. IDX Value30

Indeks ini merupakan pengukuran kinerja kumpulan 30 saham yang punya kinerja fundamental dan likuiditas yang baik namun valuasinya masih rendah berdasarkan rasio PER dan PBV. Kumpulan saham yang terpilih dalam indeks ini adalah saham-saham yang termasuk dalam kategori IDX80, atau 80 saham terbesar dan paling aktif diperdagangkan di pasar. Sederhananya, indeks IDX Value30 adalah kumpulan 30 saham termurah yang ada di pasar.

Indikator murah tidaknya suatu saham pada indeks ini dinilai berdasarkan rasio PER dan rasio PBV. Kedua rasio tersebut memiliki fungsi yang sama, yakni mengukur seberapa murah harga suatu saham. Namun PER mengukur perbandingan harga saham berdasarkan laba bersih perusahaannya, sedangkan PBV melakukan perbandingan harga saham berdasarkan nilai buku perusahaan.

Price to Earnings Ratio (PER)

PER adalah rasio yang berfungsi dalam membandingkan antara harga saham per lembar dengan laba bersih per lembar suatu perusahaan. Rumus P/E dapat digambarkan sebagai berikut:

Price Book Value Ratio (PBV)

Sedangkan PBV digunakan untuk mengukur harga saham per lembar dibandingkan dengan nilai buku aset per lembar saham. Rumus PBV dapat digambarkan sebagai berikut:

Apabila PER lebih mengedepankan aspek pendapatan, perhitungan PBV lebih fokus pada nilai aset tetap suatu perusahaan. Rasio ini lebih banyak digunakan untuk perusahaan berbasis aset yang memiliki nilai aset tetap yang besar, seperti sektor perbankan, telekomunikasi, properti, dan berbagai sektor lain.

Semakin rendah nilai PER dan PBV, artinya saham tersebut relatif murah. Sedangkan semakin besar nilainya, maka harga saham tersebut relatif semakin mahal harganya. Dapat dikatakan, IDX Value30 ini diisi oleh 30 saham dengan nilai PER dan PBV terendah yang ada di pasar berdasarkan laporan keuangan perusahaan terakhir (dengan perhitungan laba bersih dalam 12 bulan terakhir).

Berdasarkan data, 30 saham yang masuk ke dalam indeks ini memiliki rata-rata nilai PER di bawah 12 kali. Lebih rendah ketimbang rata-rata PER sebesar 18 kali.

Pada dasarnya, indeks ini tepat digunakan sebagai acuan dalam mengaplikasikan prinsip value investing, sebab indeks ini lebih menitikberatkan kepada kualitas fundamental perusahaan dan harga saham yang tergolong murah. Sehingga, bagi kamu yang cenderung lebih memilih prinsip value investing, indeks ini lebih cocok untuk kamu pertimbangkan.

II. IDX Growth30

Indeks ini merupakan pengukuran kinerja kumpulan 30 saham yang diukur berdasarkan tren pertumbuhan PER dan tren pertumbuhan price-to-sales (PSR) perusahaan berdasarkan laporan keuangan perusahaan terakhir (dengan perhitungan laba bersih dalam 12 bulan terakhir).

Price Sales Ratio (PSR)

Serupa dengan PER dan PBV, PSR juga merupakan rasio yang digunakan untuk membandingkan harga pasar suatu perusahaan. Bedanya, PSR berperan dalam membandingkan harga saham per lembar dengan pendapatan atau penjualan perusahaan per lembar saham. Rumus PSR dapat digambarkan sebagai berikut:

Indeks ini tidak mengacu kepada perhitungan valuasi saham yang murah, melainkan lebih kepada pertumbuhan harga saham perusahaan selama 3 tahun terakhir. Maka tidak heran, apabila saham-saham yang masuk dalam indeks ini tergolong mahal dengan nilai PER yang tinggi, bahkan beberapa di antaranya punya nilai PER lebih dari 100 kali.

Meskipun harganya mahal, namun harga saham pada indeks ini tumbuh signifikan dalam 3 tahun terakhir. Contohnya seperti PT Barito Pacific (BRPT), salah satu saham yang masuk dalam indeks IDX Growth30 ini punya nilai PER fantastis sebesar lebih dari 190 kali. Namun, meskipun harganya relatif sangat mahal, saham BRPT mengalami pertumbuhan harga sebesar 1,531% dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Sederhananya, indeks ini merupakan kumpulan 30 saham yang mengalami pertumbuhan pesat.

Tujuan dari dibentuknya indeks ini adalah untuk memberikan gambaran bagi investor mengenai saham-saham yang sedang mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir terlepas dari harga saham yang dimiliki. Sehingga indeks ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tolak ukur oleh investor dalam mempertimbangkan saham yang kiranya akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Indeks ini tepat digunakan dalam menerapkan prinsip growth investing dengan memilih saham-saham yang punya karakteristik pertumbuhan yang signifikan, meskipun harganya sudah terlampau mahal. Harapannya, saham yang dipilih dapat terus bertumbuh hingga beberapa tahun kedepan.

Bagi kamu yang cenderung lebih memilih sebagai growth investor, indeks ini lebih cocok untuk kamu pertimbangkan.

Jadi, apakah kamu merupakan value investor yang lebih menyukai perusahaan murah namun berkualitas? Atau justru growth investor yang lebih memilih perusahaan yang bertumbuh pesat?

PS: Kami sudah menerbitkan e-book kuartalan yang berisi analisa mendalam 15 emiten pilihan yang bisa kamu peroleh di sini. Bagi kamu yang ingin pembahasan salah satu saham tertentu secara eksklusif, kamu bisa memesannya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *